Perawatan Wajah

AM+PM RX 10 Peptide Firming Hydrator

Orang bilang umur itu hanyalah sebuah angka. Soal kedewasaan dan kondisi tubuh itu tergantung dari diri masing-masing.

Ya gak…?

Siapa sih yang enggak mau punya badan sehat sepanjang usia. Saya juga mau. Apalagi kondisi kulit ya. Masalahnya seiring bertambahnya usia keriput itu pasti. Cuma ya kalau bisa ‘di-delay’ gitu. Keriputnya nanti-nanti aja.

Emang bisa ? Caranya gimana?

Ya rajin-rajinlah merawat kulit sejak dini. Apalagi kalau sudah kepala 3. Perawatan enggak boleh ditunda lagi. Sebenarnya hasil yang maksimal bisa didapatkan bila sudah memulai perawatan sejak sebelum usia 20 tahun, tapi biasanya umur segitu kantong masih pas-pasan yak. Masih kuliah, masih awal-awal kerja. Kalaupun kerja udah enak biasanya duit mengalir buat fashion sama makeup.

Betul apa betul ?

Bagi yang dulu masih malas-malasan merawat kulit ya sudahlah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Yuk mulai merawat kulit. Bukan untuk melawan penuaan ya, lebih tepatnya let’s aging gracefully. Asekk.

 

 

Kali ini saya mau sharing tentang produk hydrating toner. Mengaplikasikan hydrating toner buat saya adalah kunci dari rutinitas skincare. Semacam sugesti gitu. Kalau rutinitas diawali dengan menggunakan hydrating toner yang menyenangkan, pemakaian step selanjutnya itu jadi makin semangat. Ehehehe.

Salah satu hydrating toner yang menyenangkan ya si AM+PM RX 10 Peptide Firming Hydrator ini.

 

 

Pertama-tama marilah kita bahas kemasannya terlebih dahulu. Sebenernya saya bukan pecinta kemasan yang gimana-gimana gitu ya. Kalau soal bentuk oke lah saya lebih suka pump, tapi kalau soal design gambar biasanya saya terima-terima aja sih. Cuma untuk produk am+pm ini bentuknya mirip sama skincare dari klinik-klinik kecantikan deh ya. Simpel banget, cuma warna putih aja dengan tulisan-tulisan berwarna hitam. Dah gitu doang.

Diklaim bahwa produk ini  :

  • Mengencangkan kulit.
  • Meningkatkan elastisitas kulit.
  • Meningkatkan kemampuan kulit dalam menyerap kelembapan.
  • Menghidrasi dan menutrisi kulit.
  • Memperbaiki kondisi kulit yang kasar dan kusam.

 

 

Biasanya hydrating toner teksturnya mirip air, tapi kalau produk ini teksturnya lebih kental. Makanya saya lebih suka mengaplikasikannya langsung ke muka tanpa pakai kapas. Tinggal dituang ke telapak tangan lalu dioleskan secara merata. Meskipun kental tapi enggak ada rasa pliket kok. Enggak perlu lama-lama juga supaya terserap dengan baik oleh kulit.

Produk ini tidak memiliki aroma. Enggak ada bau-bauan secara spesifik. Untung aja sih soalnya mengingat kemasanya yang mirip skincare dari klinik saya kira baunya bakalan bau jamu atau bau obat.

Bagaimana efeknya?

Kalau boleh saya bilang, untuk produk anti aging kelas menengah hasilnya sudah bisa ditebak. Enggak mungkin keriput bisa hilang dalam semalam. Tapi memang produk anti aging tujuannya untuk perawatan jangka panjang.

Setelah habis hampir setengah botol saya bisa merasakan kulit yang lebih lembap. Beberapa area yang patchy di pipi juga hilang. Tekstur kulit pun jadi terasa agak kenyal. Kalau soal keriput saya belum bisa bilang. Toh saya juga belum ada keriput. Cuma memang dengan kelembapan kulit yang terjaga, keriput bisa dikontrol. Jangan lupa, kulit yang kering lebih gampang cepat keriput.

Oya, btw kalau saya lagi terburu-buru pergi, biasanya saya semprot face spray terus saya oleskan produk ini setelah itu langsung saya pakai makeup. Cukup oke juga untuk mempersiapkan kulit sebelum pakai makeup.

Harga produk ini sekitar IDR 250 ribu-an. Kemasannya cukup gede, 250 ml. Worth to try.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *