Perawatan Wajah

Isoi Pore Tightening Fresh Gel Cream

Diantara semua item yang ada di skincare regime saya, krim adalah produk yang paling bikin saya agak ‘rewel’. Setelah memakai berlayer-layer produk tentunya sebagai tahapan akhir saya ingin krim yang ringan dan cepat meresap. Kenapa? ya biar muka tidak terasa tebal dan berat.

Krim favorit saya Mizon VIta Lemon Cream sebenarnya sudah memenuhi semua kriteria krim yang saya inginkan. Ringan dan cepat meresap sehingga mampu ‘mendorong’ produk-produk yang diaplikasikan sebelumnya. Cuma saya lama-lama bosen yak. Pengen nyoba krim lain. Ah elah dasar perempuan. Tidak pernah puas. Wkwkwk.

Nah untungnya saya nemu beli produk dari Isoi ini, judulnya Pore Tightening Fresh Gel Cream.

Btw, seri Rose Bulgarian ini seri yang paling laris dari Isoi. Selain produk ini ada juga Blemish Care Serum yang juga jadi best seller.

Diklaim bahwa Isoi Pore Tightening Fresh Gel Cream :

  • Melembapkan kulit kering.
  • Mengencangkan pori-pori.
  • Mengontrol produksi kelenjar minyak.
  • Mengandung bahan-bahan natural yang menenangkan kulit dan menguncinya dalam kelembapan.
  • Mencegah pori-pori membesar.

 

Berhubung di produk yang saya jepret enggak ada rincian kandungannya (kayaknya ada di boxnya tapi udah kebuang :p ) jadi ini saya tuliskan saja ya. Saya ambil dari web resminya.

Ingredients

Water, Sorbitol, Glycerin, Trehalose, Betaine, Chondrus Crispus (Carrageenan), Allantoin, Macadamia Ternifolia Seed Oil, Olea Europaea (Olive) Fruit Oil, Rosa Damascena Flower Oil, Xanthan Gum, Panthenol, Adenosine, Pleurotus Cystidiosus Ferment Filtrate, Euterpe Oleracea Fruit Extract , Vaccinium Angustifolium (Blueberry) Fruit Extract, Phyllanthus Emblica Fruit Extract, Vaccinium Macrocarpon (Cranberry) Fruit Extract, Lactobacillus/Soybean Ferment Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Cinnamomum Cassia Bark Extract, Origanum Vulgare Leaf Extract, Chamaecyparis Obtusa Leaf Extract, Portulaca Oleracea Extract, Palmitoyl Tripeptide-5, Castanea Crenata (Chestnut) Shell Extract, Centella Asiatica Extract, Malpighia Emarginata (Acerola) Fruit Extract, Corchorus Olitorius Leaf Extract, Brassica Oleracea Italica (Broccoli) Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Extract, Arginine, Carbomer, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Paeonia Suffruticosa Root Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract.

Sesuai judulnya, krim ini teksturnya berupa gel yang warnanya bening. Aromanya khas bunga tapi menyegarkan jadi enggak menyengat di hidung.

Teksturnya yang berupa gel membuat krim ini mudah diserap oleh kulit. Rasanya ringan, enggak ada sensasi lengket tapi mampu melembapkan. Terasa enak di kulit dan ada efek menenangkan. Terus kebetulan krim ini saya taruh di meja rias kamar yang hampir 24 jam terpapar AC. Wihh ada sensasi tersendiri loh saat mengoleskan krim ini ke muka. Ademmmm banget, jadi nambah deh nilai plusnya produk ini

Bagaimana efeknya ?

Well, saya selalu bilang bahwa kulit yang terhidrasi dengan baik mampu menghasilkan tekstur kulit yang halus. Maka dari itu saya cukup puas dengan produk ini. Kulit saya terjaga kelembapannya dan terasa lembut. Saya mengaplikasikan krim ini pada malam hari. Besoknya selama seharian muka saya jadi agak tekontrol minyaknya.

Btw saya pernah mengaplikasikan krim ini pada pagi hari lalu setelahnya ditimpa makeup. Sayangnya beberapa jam kemudian terasa rada meleleh. Mungkin lain ceritanya kalau seharian berada di ruangan yang ber-AC. Atau krim ini dipakai sendirian tanpa toner, serum dan lain-lain, langsung makeup. Sepertinya malah bikin muka jadi makin bagus. Glowy gitu. Cuma saya belum pernah coba sih.

Nah, kalau untuk efek ke pori-pori saya enggak terlalu merasakan yah. Pori-pori saya sih tetep gitu-gitu aja. Geday.

Menurut saya semua jenis kulit cocok menggunakan krim ini soalnya mampu melembapkan kulit yang kering tapi juga tidak bikin si kulit berminyak jadi makin pliket.

It’s a good product. Worth to try.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *