Drama MPASInya Ternyata Cuma Seminggu

Delaynya lama amat euy sejak postingan terakhir. Susah yah colong-colong waktu buat nge-blog. Saya salut deh sama mom blogger yang punya bayi tapi rajin amat aplot postingan.

Saya?

Di otak sih udah banyak bahan, tapi saya itu kalau nulis satu artikel butuh waktu 3-4 hari. Motret produk lah, edit-edit lah. Trus pas giliran udah ngetik eh si bayik bangun. Eaa…

Eh tapi kali ini saya enggak males buat nulis soalnya saya semangat banget mau berbagi cerita, yaitu :

Anak saya udah enggak susah MPASI nya, hahahaha….

Terdengar remeh yak, tapi saya percaya buibu yang punya anak pasti ngerti.

 

Baca jugaSeminggu pertama MPASI

 

Saya sempat galau saat Rex pertama kali dikenalkan ke makanan semi padat, yang mana kegalauan saya itu sebenernya wajar. Namanya bayi yang baru belajar makan pasti ada aja kendalanya.

Cuma sekarang saya udah legaaa banget. Rex udah mulai doyan makan sejak masuk usia 6m2w. Artinya cuma seminggu pertama doang dia nolak-nolak.

Kuncinya adalah harus SABAR….

Terdengar klise memang tapi percayalah,  sabar adalah koentji !. Rasa jengkel, kesel, pengen nangis saat anak menolak makan itu manusiawi kok. Hanya saja kita harus berjuang keras untuk mengendalikan. Memarahi anak saat anak belajar makan itu enggak berguna, buang-buang tenaga. Nanti si bayi malah tambah stres dan trauma makan. Hayo loh..malah tambah repot kan.

Lalu apa yang saya lakukan untuk Rex belajar makan ?

 

Ikut grup MPASI.

Selain berbagi resep MPASI enak dan sehat, ikut grup seperti ini bikin kita jadi tahu tentang pola makan bayi. Bahwa kita enggak sendirian menghadapi anak yang sedang susah makan. Bahwa banyak buibu lain di luar sana yang juga sama-sama belajar tentang dunia MPASI. Jadi jangan merasa sedih dan gagal saat anak mulai menolak makan. I

Btw, ikut grup itu enak soalnya kita bisa berinteraksi langsung dengan sesama anggota. Saling sharing tentang pengalaman masing-masing. Oya sekedar saran, ikutilah grup MPASI yang bagus. Definisi saya soal bagus adalah para anggotanya tidak saling pamer atau menghakimi. Seperti ‘anak saya BBnya sekian loh’, ‘wah kok anak kamu kurus ya’, dan sebagainya. Gengges kan kalau kayak gitu. Ujung-ujungnya malah bikin ibu-ibu lain yang anaknya lagi bermasalah makan malah jadi sedih. Hih…

 

Banyak membaca.

Ini sih harus ya. Seorang ibu itu harus pintar. Rajin-rajinlah membaca tentang pemberian MPASI. Terserah, bisa dari internet atau bisa juga dari buku-buku. Supaya kita bisa semakin mengerti bahwa dunia MPASI tidak cuma tentang resep dan jadwal makan bayi. Ada hal-hal lain yang harus diperhatikan, misalnya kandungan bahan makanan, takaran pemberian dalam 1 porsi, makanan apa saja yang rawan menimbulkan alergi pada anak dan masih banyak lagi.

 

Semangat memasak MPASI

Kalau untuk saya pribadi saya enggak masalah kasih bubur instan atau bikinan sendiri. Biasanya saya kasih bubur instan untuk Rex kalau pas bepergian atau kalau saya lagi sakit. Selebihnya saya memasak MPASI sendiri untuk Rex.

Dalam hal masak-memasak MPASI saya berterima kasih yang sebesar-besarnya pada TAKAHI slow cooker. Jiannn….barang itu membantu bangettt. Tinggal cemplang-cemplung bahan makanan, dinyalain trus ditinggal entar mateng sendiri deh. Setelah itu tinggal disaring.

 

Bubur daging sapi campur-campur

 

Oya, Rex punya makanan favorit, yaitu daging sapi. Tiap saya kasih bubur daging sapi makannya lahap banget. Meskipun udah sendawa kekenyangan kalau disodori tetep aja mangap. Wkwkwk. Tapi saya stop lah, entar perutnya malah kepenuhan trus jadi sembelit.

Untuk menu Rex saya ikut panduan WHO (menu 4 bintang) yang tiap kali makan harus mengandung karbohidrat, protein nabati, protein hewani dan sayur. Biasanya protein nabati banyak terkandung di kacang-kacangan, tapi berhubung Rex alergi kacang-kacangan dia enggak bisa makan tahu atau tempe. Makanya protein nabatinya saya ganti jamur.

Berikut resep bubur daging sapi kesukaan Rex. Btw saya enggak canggih-canggih amat lho ya soal masak MPASI, jadi disini saya sekedar sharing ajahhh.

 

Bubur Daging Sapi Campur

Bahan

(Banyak sedikitnya saya pakai ‘feeling’ alias dikira-kira hehehe. Proporsional aja lah, yang penting karbonya jangan terlalu banyak nanti si bayi keburu kenyang)

  • Beras putih (saya pakai beras organik)
  • Jamur champignon (saya belinya di ranch market, kalau di supermarket biasa jarang ada)
  • daging sapi (saya pakai yang udah digiling, kalau pakai yang utuh bisa dicincang halus dulu atau diparut)
  • Wortel (dipotong dadu kecil-kecil biar lebih cepat empuk)
  • Bumbu aromatik (bawang putih, bawang pre, daun salam, daun jeruk)

 

Cara Memasak

  • Tumis semua bumbu aromatik supaya aromanya lebih keluar. (Kalau tidak ditumis juga tidak apa-apa ).
  • Setelah dibersihkan, masukkan semua bahan berikut bumbu aromatik yang sudah ditumis ke dalam slow cooker, tambahkan air lalu tutup. Takaran airnya saya kira-kira aja. Sesuaikan dengan banyaknya bahan yang dipakai. Kalau kurang nanti di tengah-tengah proses memasak bisa ditambah kok airnya.
  • Colokkin slow cookernya trus ditinggal. Hahahaha. Btw saya pakai slow cooker merk Takahi yang kapasitasnya 0,7 Liter. Enggak ada timernya, jadi biasanya setelah 2 jam saya lihat. Kalau porsinya tidak banyak biasanya 2-3 jam sudah matang.
  • Setelah matang sempurna lalu saya saring semua termasuk bawang-bawangnya juga. Kalau daun salam dan daun jeruknya sih enggak
  • Sebelum diberikan ke Rex saya kasih olive oil dulu sebagai lemak tambahan.

 

Oke, sekian dulu yak. Kapan-kapan kalau ada resep favorit saya tulis lagi. Resep sederhana tapi menggugah selera. Ahayyy.. 😀

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *