Seminggu Pertama MPASI

Sejak beberapa minggu sebelum Rex masuk usia belajar makan saya sudah gugling tentang resep-resep MPASI berikut printilannya. Tentulah tujuannya agar proses belajar makan si bayi berlangsung dengan sukses, jadi kelak dia tidak akan pilih-pilih makanan (kayak emaknya). Gizi terpenuhi dengan seimbang pertumbuhan pun berjalan normal. Wohooo, tujuan yang mulia bukan ?.

Makanya saya udah beli-beli tuh blender bayi yang sekaligus bisa ngukus, peralatan makan bayi, toples-toples kecil untuk stok bahan makanan dan tentu saja aneka ragam buah yang nantinya bisa di mix en match. Tak lupa juga jadwal makan Rex lengkap beserta menunya untuk 1 bulan kedepan.

Keren kaannn.

Bihihihik.

Sebagai emak newbie lumayan lah yaaa persiapannya. Saya pun makin enggak sabar menantikan tanggal 2 Maret. Rex genap berusia 6 bulan yang artinya bisa makan. Yesss.

 

 

Hari ke-1

Begitu bangun pagi saya langsung cus ke dapur mempersiapkan makanan perdana untuk Rex yaitu pisang kerok campur ASIP. Standar abis yah buibu, tapi tak apalah mari kita mulai saja dengan yang sederhana. Lagipula pisang kerokkan kan lembut ya. Sesuai untuk bayi yang baru mulai belajar makan.

Sengaja saya kasih jarak 2 jam antara Rex minum susu dan makan biar dia enggak terlalu kenyang. Setelah minum susu jam 6 pagi jam 8 dia saya suapi pisang kerok campur ASIP. Saya dudukkan dia di pangkuan saya sambil punggungnya bersandar di perut saya.

Begitu suapan pertama masuk, wajahnya mendadak mikir. Alisnya mengkerut dan mulutnya diam. Sepertinya otaknya mencerna apakah gerangan yang ada di mulutnya saat itu. Agak lama kemudian dia mulai menggerak-gerakkan mulutnya seperti sedang mengunyah sambil ekspresi wajahnya menunjukkan keheranan.

Suapan kedua, ketiga dan keempat masih masuk meskipun dengan ekspresi yang masih sama. Begitu masuk suapan kelima, yakkk dia mukok-mukok. Seperti mau muntah gitu lho. Macam orang habis minum jamu pahit.

Saya langsung berhenti menyuapi lalu bernyanyi. Maksud saya sih mengalihkan perhatian dia biar dia hepi. Sambil terus nyanyi saya coba suapi lagi. Oke, masuk sih ke mulutnya, tapi abis gitu dilepeh.

Eaaaa…

Ya sudah saya berhenti deh. Daripada nanti yang sudah masuk ke perutnya malah keluar semua.

 

Hari ke-2

Hari ini saya ganti menunya yaitu alpukat campur ASIP. Jadwal pemberian makannya masih sama yaitu jam 8 pagi. Berhubung menu hari ini berbeda dengan kemarin tentunya saya berharap supaya Rex tertarik dan mau makan lebih banyak dibanding kemarin.

Bagaimana hasilnya ?

Lah, boro-boro sampai 5 suapan. Baru masuk 2 suapan aja mukanya dah mengeluarkan ekspresi aneh. Mulutnya bergerak-gerak lalu makanannya dilepeh. Ngok.

Hadeuuhh tak doyan dia rupanya. Hanya saja kali ini saya agak memaksa dia sedikit. Saya tetap menyuapi dia. Pikir saya sih biar dia familiar sama teksturnya.

Berhasil masuk meskipun ujung-ujungnya tetap dilepeh. Enggak semua sih dilepeh masih ada yang tersisa di mulutnya lalu ditelan. Gapapa lah, masuk meski cuma seuprit.

Beberapa suapan selanjutnya nasibnya masih tetap sama. Banyakan yang dilepeh daripada ditelan. Sampai akhirnya dia benar-benar menolak dengan memalingkan muka sambil menangis.Kalau dah begitu ya saya stop. Daripada dia trauma.

 

Hari ke-3

Menginjak hari  ketiga, menunya saya kembalikan seperti hari pertama yaitu pisang kerok. Cuma saya enggak nambahin ASIP. Biar Rex belajar rasa asli pisang seperti apa. Pisangnya masih tetap sama jenisnya yaitu cavendish. Rasanya manis karena buahnya lebih matang dibanding hari pertama. Kulitnya sampai berwarna coklat bebintik-bintik.

Sungguh di hari ketiga ini saya benar-benar berharap Rex mulai doyan makan. Secara dua hari berturut-turut dia udah kenalan sama makanan dengan tekstur semi padat. Meskipun teksturnya masih super halus.

Tapi sayangnyaaaaa…

Rex tetep enggak seberapa doyan. Hanya masuk 6 suapan itupun dia sambil berontak. Padahal saya udah nyanyi-nyanyi, ajak dia bercanda plus kasih dia mainan.

Di titik ini saya mulai stres. Iri gitu rasanya sama bayi-bayi yang saya liat di yutub yang proses MPASInya lancar banget. Langsung lhap lhep sejak hari pertama. Huhuhu.

Iya saya paham kok kalau tiap bayi itu berbeda. Tapi tetep aja, saya mulai galau cyin. Apakah saya lebay pakai sedih segala?. Bagi kalian yang belum punya anak mungkin iya, tapi bagi buibu yang sudah punya anak pasti ngerti dong yaaa perasaan saya.

 

Hari ke-4

Pagi ini saya masih berusaha semangat untuk terus mengajari Rex makan. Setelah pisang kerok dan alpukat saya mencoba dengan buah yang lain lagi yaitu buah pir. Pirnya saya kukus lalu saya blender hingga halus.

Saya pangku Rex dan saya suapkan.

Eh kok mukanya biasa aja. Terus mulutnya malah bergerak-gerak untuk mengunyah.

Saya suapi dia lagi. Dia terlihat menikmati.

Lagi.

Dan lagi.

Sampai 18 suapan !

Horeeee. Masuk banyaakk. Hahaha. Lega banget lah pokoknya.

Sebenernya mau saya teruskan ke suapan berikutnya tapi kok dia menunjukkan tanda-tanda mulai bosan. Oke enggak papa. Toh hari ini progressnya sangat pesat dibanding kemarin. Bisa masuk 18 suapan itu emejing. Meskipun sendoknya adalah sendok bayi yang ukurannya seiprit.

Di hari ke 4 ini saya mulai mikir-mikir, apa ya yang bikin dia excited kayak barusan?

Apa mungkin karena masih hangat habis dikukus. ( Saya pakai Baby Safe Food Maker yang kukusannya jadi satu sama blender).

Atau mungkin karena buahnya manis dan berair jadi terasa segar?

 

Hari ke-5

Baiklah karena kemarin dia sukses dengan puree pirnya maka hari ini saya kasih dia menu yang sama.

Suapan pertama sampai kelima lumayan lancar, begitu masuk suapan keenam dia mendadak ogah. Sempat berlanjut ke suapan ketujuh sampai akhirnya dia berontak.

Ah elahhhhh kemarin dia doyan kenapa sekarang emoh lagi?

Huhuhu hancur lagi perasaan sayahhhh.

 

Hari ke-6

Saya mencoba memperkenalkan karbo untuk Rex. Piihan saya adalah tepung gasol beras merah. Bikinnya gampang cuma tinggal direbus pake air. Setelah dipindah ke mangkuk baru saya campur ASIP.

Ndilalah kok ASIPnya kebanyakan sampai teksturnya jadi encer pol. Hahaha. Biar deh coba aja saya kasih ke Rex dulu buat kenalan sama rasanya si beras merah.

Eh dia doyan yak. Hampir sepuluh suapan. Apa karena keenceran itu tadi ya jadi dia cuma tinggal nelen ajah. Eaaaa.

Trus isenglah saya coba-coba nambahin alpukat yang udah diblender. Sekaligus nambah kekentalan biar enggak terlalu encer.

Begitu beras merah campur alpukat dimasukkan ke mulutnya langsung ekspresinya berubah. Saya sudah hapal, artinya dia emoh.

Saya coba terus suapin dia. Rada maksain.

Masuk sih, ditelan dikit. Selebihnya disembur.

Oke. Stop

 

Hari ke-7

Well, ada teman yang menyarankan supaya tekstur MPASInya diubah menjadi lebih encer lagi. Biar peralihan dari ASI ke makanan semi padat enggak terlalu kaget. Baiklah kalau begitu saya coba bikin puree wortel yang encer.

Jadi setelah wortelnya dikukus saya menambahkan air lagi cukup banyak baru kemudian diblender sampai halus. Lagi-lagi saya harus berterima kasih pada Baby Safe Food Maker. Menghemat tenaga banget alatnya bisa sekalian ngukus plus mblender. Enggak perlu mindah-mindah tempat. Mana harganya murah pulak. Asek. Ntar saya review deh.

Tekstur puree wortel yang saya buat bisa dibilang encer banget. Benar-benar cair dengan sedikit tekstur wortel hasil blenderan. Wortel kalau diblender kan kayak masih nyisa semacam ampas gitu ya. Enggak bisa halus mulus kayak alpukat.

Saya coba suapkan ke Rex.

Suapan pertama masuk sempurna. Glek, Dia langsung menelan airnya sedangkan sisa wortel blenderan yang di mulutnya dia kunyah pelan-pelan baru ditelan.

Suapan kedua, ketiga dan seterusnya dia masih mau. Sebenernya saya enggak bisa menilai dia doyan apa enggak ya soalnya ekspresinya datar aja gitu. Hahaha. Cuma karena dia masih tetep mangap kalau disuapin ya saya hajar terus.  Mumpung dia belum protes kan.

Sampai suapan ke 15 dia baru menggeleng-gelengkan kepala dan mulut mulai susah dibuka. Baiklah sepertinya dia sudah kenyang. Kenyang air kah? Secara saya tadi pakai banyak air.

Hmmm….

Ah, enggak apa-apa deh, setidaknya kali ini dia belajar merasakan wortel dan teksturnya Ntar pelan-pelan konsistensinya dinaikkan jadi sedikit padat.

Dari sini saya jadi tahu kalau Rex di masa awal-awal MPASI lebih suka tekstur makanannya dibuat mendekati tekstur ASI. Kalau gitu besok-besok semua puree buahnya saya bikin rada encer dulu lah.

 

 

Akhir kata…

Eaaa lu kira pidato..

Moga-moga Rex cepat belajar ya untuk mengenal makanan yang lebih padat. Moga-moga Rex tercukupi gizinya. Moga-moga Rex tumbuh kembangnya semakin meningkat.

Kalau dah pinter makan, nanti Mama ajak kamu makan nasi padang ya nak. Kamu tau enggak kalau nasi padang itu rasanya enak benerrr. Apalagi kalau pakai lauk otak. Duh serasa dunia hanya milik kita.

Mau ya nak..

Ya?

Ya?

…….

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *