Atopiclair Cream

Saya suka makan. Saya suka jajan. Saya suka ngemil. Saya suka wisata kuliner. Saya suka mantengin akun di medsos untuk mencari tempat makanan yang lagi heits. Iya, saya segitunya suka makan. Bahkan sampai pada taraf takut kelaparan.

Saya harus sarapan meskipun itu pagi-pagi buta saat mengejar penerbangan pertama. Saya harus makan meskipun waktunya sebentar saat jeda mengajar (dulu). Saya harus memastikan perut saya kenyang sebelum tidur.

Saya enggak peduli dengan batasan jam makan. Pokoknya kalau saya pingin makan ya makan. Kalau enggak ada makanan ya saya order lewat aplikasi online. Ehehehe.

Apalagi saat ini saya menyusui, asupan makanan enggak boleh kurang. Ya kannn…

Saya suka semua makanan apalagi yang mengandung susu dan keju. Macam pizza, cake, biskuit, es krim dan cokelat. Nonton film sambil makan makanan tadi itu rasanya serasa di syurga. Apalagi buat saya yang sehari-harinya mengurus bayi di rumah. ‘Me time‘ itu merupakan barang mewah.

Lalu apa jadinya jika ‘syurga’ saya dirampas? alias tidak bisa menikmati jenis-jenis makanan tersebut?

Jadi ceritanya saat usia Rex 2 bulan muncul ruam di kedua pipinya. Kata orang-orang sih biasanya karena terkena air susu saat menyusu. Benarkah? Kan saya rajin mengelap mulut dan pipinya sampai bersih setiap habis menyusu. Masa masih muncul ruam?

Well, keheranan saya terjawab saat kontrol bulanan untuk imunisasi. Rex didiagnosa alergi protein susu sapi. Solusinya adalah saya HARUS diet semua makanan dan minuman yang mengandung produk susu sapi dan turunannya.

Hmmm, wait….

Pizza mengandung keju.

Cake mengandung susu dan/atau keju.

Biskuit mengandung susu,

Es krim jelas mengandung susu.

Cokelat juga mengandung susu.

Jadi, saya enggak bisa makan makanan itu lagi dong ?

Huhuhuhu…..

Sampai berapa lama ?

Sampai usia Rex 9 bulan. Setelah 9 bulan bisa dicoba lagi konsumsi makanan yang mengandung susu sapi. Jika Rex masih tetap alergi dan saya masih menyusui maka dietnya dilanjutkan sampai 9 bulan berikutnya.

*Eaaaaa….Lama cyinnn..

Yahh…, meskipun menyiksa karena harus menahan diri dari godaan makanan favorit, saya harus mengutamakan Rex dong ya. Kan kasihan kalau ruamnya enggak hilang-hilang. Takutnya kulitnya ntar malah jadi rusak. Meskipun konon kulit bayi itu cepat beregenerasi sih, jadi bekas luka akan mudah hilang. Cuma saya enggak mau ambil resiko lah.

Untuk mengobati ruamnya saya diberi resep oleh dokter berupa krim, namanya Atopiclair Cream.

 

 

 

 

 

 

Krim ini diklaim mampu mengatasi area yang luka dengan melembapkan, membantu menyembuhkan kulit yang terbakar, perih, luka dan mencegahnya dari iritasi lebih lanjut. Kandungan utamanya berupa sodium hyaluronate yang memang dipercaya memberi kelembapan pada kulit. Untuk bahan-bahan lengkapnya bisa dicek di foto ya, saya males nulis lagi hihihi.

Oya, krim ini tidak mengandung susu. * Ya iya lah, masa mengobati alergi susu dengan susu.

Lalu bagaimana dengan efeknya ?

Rex saya olesi krim ini sehari 3 kali. Sebelum dioleskan pastikan pipi dalam keadaan bersih agar krim dapat terserap lebih baik.

Tekstur krimnya enggak terlalu pekat jadi enggak terasa lengket. Aromanya mirip obat tapi untungnya tidak menyengat.

Setelah 4 hari pemakaian ruam di kedua pipi Rex berkurang. Cukup signifikan lho perubahannya. Merah-merahnya jauh berkurang. Meskipun masih ada tapi terlihat samar. Selain itu tekstur kulit pipi Rex jadi lebih lembut.

Totalnya sekitar 10 hari sampai ruam di pipi Rex benar-benar hilang. Mungkin tiap bayi beda-beda ya hasilnya tergantung kondisi kulit.

Btw krim ini juga bisa dipakai oleh orang dewasa lho.

Harga dari Atopiclair Cream adalah 192 ribu. Tapi saya pernah liat di olshop ada yang harganya dibawah itu.

Semoga setelah 9 bulan alerginya Rex udah hilang ya. Kasihan anaknya, kasihan emaknya juga. Enggak bisa kuliner-an dengan bebas. Sekarang ini sih kalau saya kepengen makan-makanan manis larinya ke jajanan pasar. Dijamin aman karena enggak ada susunya. Sebenernya kalau pengen cake bisa sih buat sendiri. Tanpa susu dan tanpa mentega. Cuma saya kan malesnya amit-amit. Enggak ada selera buat baking-baking.

Wkwkwk….

 

 

Comments

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *