Noroid Adjunctive Care Soothing Lotion

Seumur hidup saya tidak pernah mengalami alergi berat. Jika orang-orang diluar sana sangat berhati-hati makan seafood saya oke aja. Jika ada yang batuk akibat makan buah, saya enggak pernah ngalami. Pokoknya menyenangkan banget lah. Saya bisa makan apapun yang saya suka.

Cuma entah kenapa setelah melahirkan hampir tiga bulan lalu saya kok bermasalah terussss sama kulit. Kulit muka sih baik-baik aja. Paling cuma bermasalah sama PIH. Bekas dari jerawat yang timbul saat saya hamil dulu. Masih bisa lah diatasi dengan koleksi skincare saya.

Yang bermasalah ini kulit tubuh saya terutama tangan dan kaki. Dimulai dari biduran yang hilang timbul, kambuhnya herpes sampai alergi makanan. Halahhh.

Soal biduran, kalau cuaca udah terlalu panas atau terlalu dingin merah-merahlah kulit saya. Enggak di semua tempat sih paling cuma di beberapa area aja. Tapi gatalnya itu lhoo bikin pengen garuk-garuk terus. Jadi saya harus menjaga agar suhu ruangan enggak terlalu ekstrim. Biduran ini masih suka kumat sampai sekarang. Kalau dihitung-hitung udah dua bulan lebih saya begini. Hiks.

Selanjutnya yang jadi bencana adalah herpes saya kumat. Gara-gara Rex (anak saya) memasuki masa growth spurt yang heboh. Jadi malam hari dia tidurnya cuma sebentar-sebentar, trus bangun jam empat pagi dan baru tidur lagi jam dua belas atau jam 1 siang. Apa yang dilakukannya selama itu ?

Menyusu.

Ee.

Menyusu lagi.

Ee lagi.

Nemplok saya.

Enngak mau ditinggal.

Menyusu..ee..menyusu..ee..dan seterusnya.

Alamaakkk jelas saya tepar dong. Mana malemnya cuma tidur sebentar. Maunya sih pas Rex udah mulai tidur siang saya juga ikut tidur. Tapi apa yang terjadi? Mata saya melek..lek..lek. Saking capeknya saya malah susah tidur. Minum teh biar rileks gak mempan, minum cokelat hangat pun enggak manjur. Saya tetep terjaga. Kejadian seperti ini berlangsung selama empat hari. Akhirnya badan saya pun dropppp sampai herpes saya kambuh. Huhuhu.

Mau gak mau saya harus minum obat supaya segera sembuh. Kasian dong kalau Rex yang masih bayi ketularan. Meskipun saya mengkonsumsi obat tapi dokter anak saya menganjurkan agar saya tetap menyusui karena efek obat saya yang ikut ke ASI cuma sedikit. Makanya tidak terlalu bermasalah jika diminum anak saya. Cuma caranya saya tidak menyusui langsung, tapi dipompa. Biarpun area kulit yang terkena herpes bukan di payudara tapi paling tidak meminimalkan kontak kulit dengan saya.

Setelah berjibaku dengan herpes selama seminggu saya pikir saya udah bebas dari permasalahan kulit. Lha kok ternyata enggak. Tiba-tiba saja kulit lengan saya bagian dalam, paha kiri dan area dada mengalami bruntusan. Mirip jerawat, kecil-kecil, banyak dan gatalll. Setelah itu agak kempas tapi masih tetap gatal dan merah-merah. Haduhh kenapa lagi ini.

Apa karena makan telur ya? Ah dulu hampir tiap hari makan telur ayam kempung rebus saya baik-baik aja.

Apa karena makan ayam kampung? Saya sering makan sop ayam kampung untuk booster energi. Dan dulu baik-baik saja.

Atau jangan-jangan penyebabnya adalah martabak isi tuna tempo hari? Saya beli martabak tuna yang isinya dua belas potong dan saya habiskan sendiri. Rakus emang. Abis enak sih. Ya kan, ya kan.  Tapi saya kan enggak punya alergi seafood. Harusnya dua belas potong itu enggak ngefek apa-apa.

Dokter kulit yang saya kunjungi cuma senyum-senyum aja mendengarkan semua cerita saya. Saya agak susah terima memang kalau harus punya alergi. Ahh tak sangguphh sayahhh kalau harus membatasi jenis makanan yang boleh dimakan 🙁

‘Enggak papa bu, ini kejadian wajar kok. Banyak perempuan yang setelah melahirkan jadi punya gangguan kulit macam-macam. Jadi sensitif terhadap makanan tertentu. Nanti akan hilang dengan sendirinya kok. Hormon perempuan setelah melahirkan memang belum stabil’, kata si dokter.

‘Kapan normal lagi dok ?’, tanya saya.

‘Tiap orang enggak sama sih. Pasien saya yang lain udah setahun lebih setelah melahirkan masih suka alergi’, jawab dokter.

(Saya) : *ketawa miris.

Singkat cerita, dari hasil kunjungan saya ke dokter kulit saya tidak boleh dulu makan telur, unggas (bye bye nasi bebek T_T ) dan seafood . Lalu saya juga dikasih beberapa obat minum (yang aman untuk ibu menyusui), salep dan body lotion. Nah yang jadi perhatian saya adalah body lotion-nya. Namanya Noroid Adjunctive Care Soothing Lotion.

Diantara semua perawatan kulit saya rada males kalau harus oles-oles body lotion. Mbuh ya kenapa, pokokya males aja gitu. Kalau lagi rajin ya rajin kalau lagi kumat malesnya ya enggak pake. Berhubung ini demi kesembuhan kulit ya saya harus mau oles-oles lah.

 

img20161122110759

 

img20161122110844

 

Klaim produk ini :

Noroid lotion mengandung Licorice, Chamomile, Portulaca Extract dan derivate vitamin yang berfungsi untuk melembapkan kulit kering. Membantu melembutkan dan menjaga elastistias kulit. Lotion ini bisa digunakan di seluruh tubuh dan wajah.

Wadahnya berupa tube dengan tutup flip. Cuma karena kemasannya besar jadi agak susah dibawa kemana-mana yah.

 

img20161122081328

 

Waktu pertama kali mengeluarkan krimnya saya udah males aja. Soalnya penampakannya pekat gitu. Pikir saya sih bakalan tebel, lama meresap dan cenderung berminyak.

Eh tapi ternyata saya salah lho. Meskipun keliatannya ‘berat’ tapi ternyata krimnya cepat meresap dan tidak lengket sama sekali. Waktu dioles ada sensasi yang menenangkan kulit. Adem gitu tapi enggak menyengat seperti kalau terkena alkohol. Aromanya mirip krim atau sabun antiseptik tapi bukan yang aroma obat, malah ada seger-segernya.

Sejauh ini meskipun saya udah enggak bermasalah lagi dengan kulit merah-merah akibat alergi, tapi saya masih setia dengan lotion ini. Enak juga ternyata, jadi pemakaiannya saya teruskan. Sekalian ngabisin lotionnya yang masih sisa cukup banyak hehehe. Lotion ini bisa digunakan sehari-hari sesuai kebutuhan. Kalau saya biasanya saya gunakan sehabis mandi. Melembapkan tapi terasa ringan. Kalaupun berkeringat lotionnya enggak meleleh.

Waktu itu saya beli lotion ini di apotek rumah sakit. Saya lupa harganya berapa, tapi saya lihat ada beberapa olshop yang jual. Harganya sekitar IDR 150 ribu-an. Harga yang cukup ekonomis mengingat isinya cukup banyak, 200 ml.

Ada yang punya masalah kulit setelah melahirkan seperti saya?

 

Comments

  1. Ajeng Roro Dwi Handayani

    Aku juga begini huhuhu
    tapi bedanya aku alergi debu sama gigitan serangga. jadi keliatan bekas luka hanya ditempat terbuka kayak tangan dan kaki
    badan mah gpp…
    jadi sedih bgt keliatan jelek tangan dan kakinya karna banyak bekas luka garukan.
    mana mau nikah lagi huhuhu

    1. Post
      Author
  2. Yanin

    Sebetulnya sy lg gugling fungsi noroid. Dpt dr sodara. E Malah nemu artikel ini yg pembahasannya sm persis dg yg sy alami mulai puasa kmrn. Sama dr mulai bidurannya..
    Jd gak percaya aja kl gaboleh konsumsi ini itu.. Sad to know this mom

    1. Post
      Author
      Rxyzcha

      Hi, terima kasih sdh mmpir di artikel ini. Iyaa..saya alerginya cm pas setelah melahirkan. Untungnya sekarang sudah enggak lagi. Sudah kembali normal 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *