Baby and Kids

Tommee Tippee Closer to Nature

Postingan kali ini ibuk-ibuk banget wahaha. Sama sekali enggak ada hubungannya sama perawatan kulit atau makeup. Enggak sesuai ih sama tagline blognya, ‘Beauty, Skincare, Culinary’. Hmm..yo ben lah, namanya juga emak-emak baru. Boleh dong sok-sok sharing keperluan bayi hihihi.

Kali ini kita eh saya ding, akan membahas soal dot bayi. Sebenernya banyak yang kurang setuju sama pemberian dot untuk bayi baru lahir. Semacam another mommies war deh, DOT vs PUTING.

Ada yang bilang kalau bayi baru lahir jangan diberi dot karena dapat menyebabkan si bayi bingung puting. Ujung-ujungnya si bayi enggak mau menyusu langsung ke payudara Ibu.

Benarkah ???

Kalau menurut saya sih tergantung bayi masing-masing ya.

Kenapa?

Soalnya  ada juga tuh bayi yang enggak bingung puting meskipun minum susunya diselang-seling. Kadang nyusu langsung kadang minum ASIP dari dot.

Sebenernya saya juga enggak terlalu suka memberikan susu untuk anak saya dengan botol dot. Bukan takut dia nanti bingung puting sih tapi lebih karena sayanya yang malas. Malas nyuci botol tepatnya hahaha. Kan lebih enak kalau si bayi menyusu langsung. Tinggal hap 😀

Cuma memang keadaan lah yang membuat saya untuk menggunakan botol dot. Jadi dulu saat usia tiga hari anak saya kena kuning. Salah satu penyebabnya adalah kurang asupan cairan. Ya gimana, ASI saya dulu keluarnya belum banyak. Hiks.

Dokter bilang saya harus mengontrol asupan cairan yang masuk ke anak saya. Makanya untuk mengetahui volume ASI, saya harus memompa payudara supaya banyaknya ASI yang keluar bisa terukur. Dengan cara itu saya bisa menghitung berapa banyak ASI yang masuk ke bayi saya. Selain itu memompa bisa merangsang payudara untuk lebih banyak menghasilkan ASI.

Nah ASIP inilah yang saya berikan ke anak saya menggunakan botol dot.

Kenapa pilihannya botol dot?

Soalnya kalau pakai cup feeder malah tumpah-tumpah, kan sayang ASIPnya. Sedangkan kalau pakai pipet anak saya bisa ngamuk-ngamuk karena enggak sabaran. Meminumkan ASIP menggunakan pipet butuh waktu lebih lama kan. Soalnya sedikit-sedikit. Ya sudah akhirnya pilihan jatuh pada botol dot.

Apakah akhirnya anak saya bingung puting ?

Jawabannya enggak. Paling enggak sampe sekarang di usia 70 hari dia belum bingung puting. Dia tetep lebih cinta sama puting kok alias menyusu langsung. Heheheh.

Sebenernya di jaman sekarang para produsen botol dot sudah merancang dot sedemikian rupa agar kenyamanan bayi saat menghisap hampir sama saat bayi menyusu langsung. Coba deh gugling. Ada buanyak merk botol dot yang mengklaim dotnya menyerupai puting ibu.

Salah satu merk botol dot yang jadi pilihan saya adalah Tommee Tipee.

 

20160930_092357

 

 

20160930_092514

 

Alasan pertama saya memilih botol dot merk ini adalah bentuk botolnya yang unik. Mirip vas bunga sih menurut saya. Biasanya rata-rata botol dot bayi bentuknya kan lurus-lurus aja atau menggembung di tengah. Tapi merk Tommee Tippee ini bagian tengahnya malah cekung. Desainnya memang dibuat begitu tujuannya agar memudahkan bayi untuk menggengam. Walaupun sebenernya untuk bayi di bawah tiga bulan enggak terlalu ngaruh ya. Kan saat nyusu yang megangin botol dotnya saya.

Di pojok kanan atas kemasan terdapat keterangan 0m+ slow flow yng menunjukkan bahwa tipe ini bisa digunakan mulai dari bayi baru lahir. Lubang dotnya berukuran kecil sehingga alirannya lambat, jadi bayi enggak gampang tersedak. Kalau usia bayi sudah lebih besar tipe dotnya bisa diganti yang alirannya lebih kenceng.

 

20160930_092437

 

 

20160930_092454

 

Diklaim bahwa produk ini memudahkan perlekatan mulut bayi dengan dot karena dotnya lembut dan fleksibel. Terbuat dari bahan silikon yang lembut sehingga sentuhannya mirip dengan kulit. Selain itu juga di desain agar botol dot ini tidak menimbulkan kolik pada bayi.

Bagaimana kenyataanya?

Mari kita tanya anak saya.

#eh enggak ding.

Reviewnya berdasarkan pengamatan saya yak.

Kalau dibilang teksturnya mirip kulit saya rasa enggak juga. Saya pernah nyoba dotnya. Iya, beneran saya kenyot gitu. Rasanya sih rasa karet gitu lah tapi emang kenyalnya lembut sih. Cuma sampai saat ini anak saya enggak pernah komplen. Asik-asik aja nyusu pake botol dot ini. Jadi ya sudah, dia cocok.

Benarkah anti-kolik?

Pada dasarnya anak saya enggak pernah kolik. Kolik yang sampai bikin dia rewel. Cuma anak saya itu gampang gumoh meskipun tiap abis minum selalu saya sendawakan. Entah ya kenapa bisa gitu. Apa karena tingkahnya heboh ya. Kalau pas melek bawaannya nendang-nendang trus tangannya kayak orang renang gaya bebas. Ujung-ujungnya dia gumoh. Hadeh.

Jadi kalau soal botol ini anti kolik ya tergantung bayi masing-masing juga. Cuma mungkin maksudnya produk ini mengurangi kolik dibanding botol dot lainnya. Mungkin loh ya soalnya saya enggak punya merk pembanding.

Botol dot yang tipe ini memang ukurannya kecil karena ditujukan bagi bayi yang konsumsi susunya belum terlalu banyak. Anak saya sekarang usia 76 hari sekali minum mentok cuma habis 110 cc. Jadi botol ini ukurannya pas untuk dia. Kalau dibawa bepergian juga enak karena ukurannya yang mungil enggak menuh-menuhin tas.

Kesimpulannya, anak saya cocok sama botol dot Tommee Tippee Closer to Nature. Emaknya juga suka karena bentuknya unik.Hehehe.

Oya harganya per botol sekitar IDR 80-90 ribuan. Biasanya kalau beli paketan isi dua lebih murah. Menurut saya sih harganya enggak mahal ya. Sebanding lah sama kualitas produknya yang oke.

*Btw saya jadi penasaran sama botol dot merk Comotomo atau Mimijumi. Dengan harganya yang cukup mihil hasilnya gimana ya ? Hmmm…

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *