Aesop Mandarin Facial Hydrating Cream

Kalau dilihat dari postingan terakhir dua bulan lalu berarti sudah cukup lama yak saya menghilang bahahaha. Newbie mom masih agak susah nih untuk bagi waktu. Meskipun saya cuma ngurusi si kecil dan urusan rumah tangga di-handle oleh ART tapi badan ini rasanya sering lemas. Tulang pun serasa copot. Makanya kalau ada waktu luang sedikit saya lebih milih tidur. Saya kan ngikuti semboyan emak-emak setrong, ‘Ibu dilarang sakit’. Jadi istirahat lebih saya utamakan selain makan.

Buat yang pada minta review-an produk saya minta maaph yahh..*salim satu-satu.

Nah, untuk mengawali kevakuman saya nge-blog, hari ini saya mau review salah satu krim muka yang lagi jadi favorit saya akhir-akhir ini. Berhubung saya memberikan ASI untuk si kecil, saya jadi rajin nyari skincare yang aman. Meskipun sebenernya kandungan skincare enggak terlalu berpengaruh di ASI sih tapi kalau nemu yang organik dan enak dipake kenapa enggak. Eh enggak organik-organik amat deng, tapi menggunakan high quality botanical sebagai bahan bakunya.

Ini dia, Aesop Mandarin Facial Hydrating Cream.

 

Yang bikin saya pertama kali tertarik sama produk ini adalah tulisan Mandarin Rind, Lemon Rind, dan Tangerine Rind. Tau sendiri kan, makanan atau minuman yang bahannya pake rind buah itu terasa seger.

Rind itu bagian luar dari kulit buah, tapi bukan seluruh kulit. Biasanya mencakup bagian paling luar kulit sampe agak dalam sedikit. Kalau dipake sebagai campuran masakan atau kue biasanya diparut.

Bahan lain yang digunakan dalam krim ini adalah ekstrak dari Rosehip Seed, Grapefruit Seed dan Carrot Root.

Krim ini diklaim mampu melembapkan serta menutrisi kulit tanpa meninggalkan residu dan membuat muka terlihat mengkilat. Mungkin maksudnya mengkilat karena berminyak gitu.

 

img20161104085034

 

Untuk saya yang terbiasa menggunakan krim dengan tekstur mirip gel saya bisa bilang bahwa tekstur dari krim ini cukup pekat. Warnanya agak kekuningan trus aromanya enak dan seger. Kayak minum lemon squash hihihi. Kadang kita juga butuh bau yang menyenangkan saat mengoles krim kan. Bikin kita jadi rileks.

Waktu pertama kali mengoleskan krim ini, rasanya kesat di kulit. Tapi bukan kesat yang bikin kulit ketarik-tarik, jadi bener deh kalau gitu klaimnya yang bilang ‘no shine‘.

Soal melembapkan krim ini memang oke, cuma kalau saya pakai krim ini pagi trus siangnya keringetan, kulit saya jadi terasa berminyak, serasa krimnya agak meleleh gitu. Makanya saya lebih suka pakai krim ini pada malam hari di bagian akhir dari skincare routine saya. Untuk kalian yang punya kulit kering sepertinya bakalan oke-oke aja kalau pakai krim ini pada pagi-siang hari.

Secara keseluruhan saya cukup suka sama krim ini. Cuma untuk hasil yang super kinclong sih enggak ya. Hanya melembapkan saja. Kulit terasa lembut dan kenyal, bukan yang putih cerah ceria merona.

Harga produk ini AUD 73 untuk kemasan 120 ml atau sekitar 900 ribu-an di olshop-olshop. Mahal ya? Memang.

Kok bisa gitu?

Nasib kurs mata uang. Udah gitu aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *